Memaparkan catatan dengan label cinta. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label cinta. Papar semua catatan

Jumaat

Tentang Dia

Dia itu
membuatkan aku selalu rindu
membuatkan aku rasa bahagia
membuatkan aku gelak ketawa

Dia itu
kadangkala aku hampa
kadangkala aku kecewa
kadangkala aku hiba


aku dan dia
aku suka dia
aku sayang dia
aku selalu rindu dia

Mungkinkah kelak...
dia itu cinta hatiku  ?

Khamis

Tentang Cinta

Apabila cinta menyapa
Langit gelap jadi bercahaya

Apabila cinta menjelma
Rasa rindu sering singgah di jiwa

Apabila cinta dekat dihati
Kasihnya menyelinap dalam mimpi

Apabila cinta di depan mata
Ibarat impian jadi nyata

Cintamu...menjadikan aku bahagia
Terima kasih kepada-Nya.

Selasa

Bila Hati Berbahasa

minggu ini
aku merasa seperti pisang rebah
adakala
tercacak seperti lembing tergadai
umpama jari ditangan, ada bercincin ada tidak
air diminum terasa sedih, nasi dimakan terasa sekam

namun aku berkata sendiri
pilihlah

berhati baja, berurat kawat


hari ini
seakan
mencari umbut di dalam batu
sepertinya dalam kilat ada kilau

di hati...seolahnya
dapat tak tercapai, jauh tak berantara

dan aku sedar
di mana api berpupuk, di situlah asap keluar
hendakku terbang tiada pula bersayap
ingin hati memandang pulau, sampan ada..pengayuh tiada
ibaratnya kaki untut dipakaikan gelang

mengapalah agaknya
limau masak sebelah, perahu karam sekerat?
sungguhpun merajuk air di ruang, hendak karam kan kutimba juga

Jumaat

Lagu Tema : SELAMAT HARI GURU

GURU PEMBINA NEGARA BANGSA

Bersedia melangkah megah
Walaupun sukar baktiku curah
Demi mu ibu pertiwi
Sumpah ku lafaz janji kukota

Berikrar eratkan bangsa
Kukuhkan cinta kepada Negara
Berjasa terus berjasa
Menyebarkan ilmu tiada batasnya

Guru Pembina Negara Bangsa
Gagah perjuangkan visi Negara
Bangunkan jiwa yang pelbagai rupa
Demi agama dan nusa tercinta

Guru Pembina Negara Bangsa
Tetap Unggul senadakan suara
Sehaluan menggapai matlamatnya
Cemerlang dan gemilangkan Malaysia

Ahad

Pulangkan

THE WIND BENEATH MY WINGS (Bette Midler)

It must have been cold there in my shadow,
to never have sunlight on your face.
You were content to let me shine, that's your way,
you always walked a step behind.

So I was the one with all the glory,
while you were the one with all the strength.
A beautiful face without a name -- for so long,
a beautiful smile to hide the pain.

CHORUS:
Did you ever know that you're my hero,
and ev'rything I would like to be?
I can fly higher than an eagle,
'cause you are the wind beneath my wings.

It might have appeared to go unnoticed,
but I've got it all here in my heart.
I want you to know I know the truth, of course I know it,
I would be nothing with out you.

(CHORUS)

Fly, fly, fly away,
you let me fly so high.
Oh, fly, fly,
so high against the sky, so high I almost touch the sky.
Thank you, thank you, thank God for you,
the wind beneath my wings.

Isnin

Indahnya Bahasa dari - Bila Pena Menari

Sebutir Cinta - XiS


Sebutir cinta
Terangnya di langit
Bak kejora impian
Tapi sekelip pandang
Hilangnya ditelan gelap

Sebutir cinta
Pernah bersumpah setia
Pengikat dua hati
Lalu mati dalam bisu
Dibunuh ego yang tolol

Sebutir cinta
Semalam ranum berbuah
Dipetik kasihnya
Hari ini tinggal nama
Sekadar najis di mata

Sebutir cinta
Tinggal hati berbekas parut
Ingatan yang pahit
Sumpah kalau masa bisa undur
Bayang sekali pun tidak ku pandang

Sebutir cinta
Biarpun percuma
Tak ku kotori tangan kerananya
Demi Tuhan
Laknatlah sang noda itu

Sebutir cinta
Bukti sebuah kesal
Kudis dan nanah hidup
Demi Tuhan
Bertemukah jalan maaf

Sebutir cinta
Dari Firdausi tertinggi
Itu yang aku cari
Demi Tuhan terbukalah
Pintu pintu keampunan

Jumaat

Damai rasa

Pagi indah mentari sinar
Esak tangis semakin hambar
Nan mengharumnya taman
Gilang gemilangnya waktu
Hebatnya suasana
Asyik bergurindam jiwa
Nun menuntun rasa
Caci mati dibenam
Ucapan cinta seakan ingin bersuara
Rahsia hati tertanam dalam

Selasa

Ikhlas dalam dendam

Jambangan itu cantik
Amat cantik
Untuk aku di sini
Hadiah dari hati
Ikhlas kata memberi

Apalah ada pada kata ikhlas
Kalau sekadarnya tersirat
Untuk dendammu terbalas!

Pendusta Cinta

Pintu hati diketuk
Emosi dibelai
Nah, indah rasa!
Dup dap berdegup jantung
Usapan kasih berlarut
Sayang terpaut
Tertaut dua jiwa
Antara tulus dan dusta

Cinta makin bersemi
Indahnya pelangi
Nun jauh di pinggir bumi
Tetap dipuja hati
Antara kasihan dan simpati

Jumaat

Senyuman Hati

Dinding itu sangat teguh
Impian itu terus berlangsung
Atapnya tetap melindung

Asakan cabaran bertimpa-timpa
Kan disambut dengan gembira
Akan menjadi pendorong setia
Nur itu sentiasa ada

Dinding itu masih di situ
Akan tetap di situ
Paparan keriangan
Ajakan kasih
Tetap seperti dulu

Apapun yang terjadi
Pasti Tuhan kan membalasi
Aduhai hati usahlah sangsi

Yang hak tetap hak
Antaranya sangat pasti
Nyanyian gemersik
Gah dipendengaran

Apapun yang berlaku
Kasihnya masih lagi disisi
Untuk menunaikan janji

Riangnya sang teruna
Apabila segala egonya dituruti
Senyumnya penuh bererti
Acapkali hatinya di sini

Ahad

Tidak seindah Impian

Hari-hari meniti lalu
Suria menyinar saban waktu
Deras angin selembut bayu
Namun terik masih berpadu
Cerahnya terang cahaya

Suria itu sinarnya kelabu

Hening malam menemani
Cengkerik bersuara alunannya sendiri
Sepi dikedinginan membuat aku rindu
Pada segala janji yang belum ditunai
Pada segala sumpah yang masih bersisa

Malam itu sepi menghimpit rasa

Petang menjelma desirnya kurasa
Hujan membasahi bumi ditemani cahaya
Mewujudkan warna-warni sementara
Impian tersemai tidak lama
Kembali asal hilangnya seri haruman

Pelangi itu tidak seindah warnanya

Cinta itu pernah menjadi milikku
Cinta itu bersumpah setia
Kasih itu berjanji bersama
Kasih itu memberi jiwa
Cinta dan kasih itu impianku

Rindu bertapa tidak seindah Impian

Bicara Rindu Qasih

Kiranya dapat ku rungkaikan
bicara rindu ini menjadi satu
kiranya dapat kuhamparkan
resah rindu ini...
menjadi selimut malammu
akulah penunggu malam
yang paling setia.

Kiranya dapat ku ungkapkan
irama rindu ini menjadi lagu
kiranya dapat kutenun sutera rindu ini
menjadi selendang kasihmu
akulah penanti abadi yang tak pernah jemu
mengusung rindu di hujung pertemuan.

Andainya rindu itu penebat sebuah luka
andainya rindu itu penawar sebuah tangis
akulah perindu itu yang mengukir bahagia
di pintu kasihmu...

Namun akulah perindu walang
mengemis kasih di hujung air mata
mencipta rindu di bayang pertemuan
dan membelai potretmu di persada mimpi.

Secalit kata Qasih

Beralah bukan semestinya kalah
menang tak semestinya juara
umpama tangis dan tawa
ada titis yang luruh mencalar jiwa
ada titis yang jatuh menjemput bahagia
umpama tawa terukir membawa madu
ada masanya membawa hempedu.

Sabtu

Nukilan Tinta Qasih

Bertanya pada diri
tentang takdir dan suratan
tentang hati dan budi
tentang hari ini dan semalam.

Lantas fikir membuka hikayat
rasional lantang mendebatkan.

Kata fikir:
takdir mengajak kita pasrah
suratan mengajar kita berserah.

Kata rasional:
takdir menuntut ketabahan
bukan sekadar pasrah semata
suratan menggamit kesedaran
agar tak kecundang dan hanya berserah.

Kata fikir:
hati itu lukisan keinsanan
budi itu cerminan peribadi.

Tapi kata rasional:
hati itu tak seluhur keinsanan
bertiangkan emosi berpasakkan nafsu
budi itu sekadarnya bukan peribadi
tunjangnya budaya akarnya bangsa.

Hujah fikir:
hari ini harus ditempuh
semalam harus ditinggalkan
kerana semalam telah berlalu
dan takkan mengubah hari ini.

Namun rasional tetap menegaskan:
tanpa semalam
hari ini hanyalah omongan kosong
dan igauan semata.

Hidup yang bagaimana.....

Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak:
ada CINTA, KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN, KEGEMBIRAAN dan sebagainya.Awalnya mereka hidup berdampingan dengan baik dan saling melengkapi. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik semakin tinggi dan akan menenggelamkan pulau itu.
Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencuba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik membasahi kaki CINTA. Tak lama CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu."KEKAYAAN! KEKAYAAN! Tolong saya!" teriak CINTA.Lalu apa jawab KEKAYAAN, "Aduh! Maaf, CINTA!" kata KEKAYAAN."Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. saya tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini." Lalu KEKAYAAN cepat-cepat mengayuh perahunya pergi meninggalkan CINTA tenggelam.
CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN lewat dengan perahunya."KEGEMBIRAAN! Tolong saya!", teriak CINTA.Namun apa yang terjadi, KEGEMBIRAAN terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tuli tak mendengar teriakan CINTA. Air makin tinggi membasahi CINTA sampai ke pinggang dan CINTA semakin panik. Tak lama lewatlah KECANTIKAN.
"KECANTIKAN! Bawalah saya bersamamu!", teriak CINTA.
Lalu apa jawab KECANTIKAN, "Wah, CINTA, kamu basah dan kotor. saya tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." sahut KECANTIKAN.CINTA sedih sekali mendengarnya. CINTA mulai menangis terisak-isak. Apa kesalahanku, mengapa semua orang melupakan saya.
Saat itu lewatlah KESEDIHAN. Lalu CINTA memelas, "Oh, KESEDIHAN, bawalah saya bersamamu", kata CINTA.Lalu apa kata KESEDIHAN, "Maaf, CINTA. saya sedang sedih dan saya ingin sendirian saja...", kata KESEDIHAN sambil terus mengayuh perahunya.
CINTA putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya. CINTA terus berharap kalau dirinya dapat diselamatlkan. Lalu ia berdoa kepada Tuhannya, oh tuhan tolonglah saya, apa jadinya dunia tanpa saya, tanpa CINTA? Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "CINTA! Mari cepat naik ke perahuku!"CINTA menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua reyot berjanggut putih panjang sedang mengayuh perahunya. Lalu Cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Kemudian di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan CINTA dan segera pergi lagi.
Pada saat itu barulah CINTA sadar, bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang baik hati menyelamatkannya itu. CINTA segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu."Oh, orang tua tadi? Dia adalah "WAKTU", kata orang itu.Lalu CINTA bertanya "Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? saya tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalku pun enggan menolongku", tanya CINTA heran."Sebab", kata orang itu,

"hanya WAKTU lah yang tahu berapa nilainya
harga sebuah CINTA itu......"
Morul untuk Kita : Dikatakan dalam hidup hanya 15 % kelancaran hidup disempurnakan oleh IQ manakala selebihnya ada EQ : dan tentunya semua mampu disempurnakan oleh ESQ. Mari kita renung dan tenung hari ini dalam kesibukan kita mencari dan mencorak hidup berdasarkan apa yg orang nampak...kita selalu terlupa yang Allah sentiasa nampak.

-jinggo-

 
template by suckmylolly.com flower brushes by gvalkyrie.deviantart.com